Forgive me, Mom and Dad..


pohon apel
Ada pohon apel yang rindang dan anak kecil yang suka sekali bermain di bawah pohon apel itu, memanjat dahannya, bahkan memakan buah apel. Dia sangat suka dengan pohon apelnya begitupun pohon apel sangat suka dengan anak tersebut. berjalan bertahun-tahun, hingga si anak tumbuh besar dan tak pernah bermain di bawah pohon apel. Pohon sangat sedih.

Suatu ketika si anak yang bertumbuh dewasa datang ke pohon apel. Pohon sangat senang dengan kedatangan manusia yang pohon rindukan selama ini. Sayang, anak itu datang dengan membawa rautan wajah sedih.
“mari bermain denganku” ajak si pohon
“aku bukan yang dahulu lagi, sekarang pun hatiku sedang sedih” tolakan anak itu
“bisakah aku membantumu, agar mengurangi bebanmu?” si pohon menawarkan diri
“aku ingin membeli sepeda tapi aku tak punya uang untuk membelinya” jawabnya
“aku tak pernah memegang uang, tapi aku bisa membantumu. kau ambil semua buahku, lalu kau jual agar kau bisa membeli sepeda” si pohon berusaha membantu
Anak lelaki itu riang, lalu segera dia memanjat pohon dan mengambil semua buahnya. Setelah itu dia pergi dan tak pernah datang lagi kepada pohon, sekali lagi pohon sedih dan merindukannya lagi.

Bertahun-tahun anak lelaki yang dirindukannya kembali lagi. Sekali lagi dengan raut wajah yang sedih.Pohon sangat senang melihatnya kembali.
“mari bermain lagi denganku, dan buang hatimu yang sedih” si pohon memberi semangat kepadanya
“maafkan aku. aku tak punya waktu untuk bermain kini, aku bekerja terus agar aku dapat tempat tinggal, aku ingin memiliki rumah” keluh si lelaki
“bisakah aku mambantumu. Ambillah rantingku untuk membuat rumah” tawaran si pohon si lelaki kemudian menebang dahan dan ranting pohon, dia pergi dengan gembira. Si pohon juga senang melihat si lelaki gembira, sayangnya si lelaki tak pernah kembali lagi padanya. Si pohon kembali di rudung kesedihan dan kesepian.

Suatu ketika si lelaki datang kembali. Si pohon sangat senang dan menyambutnya.
“ayo bermain bersamaku, habiskan waktumu” ajakan si pohon dengan gembira
“aku sedih, aku ingin berlayar” jawab si lelaki
“bisakah aku membantumu?” kata si pohon
“tebanglah batang pohonku, dan pergilah meraungi lautan yang kau suka” si pohon berusahan membantu
Tak lama, lelaki itu menebang pohon dan membuat kapal untuk keinginannya.
“pergilah dan bersenang-senanglah” kata pohon melhat si lelaki gembira, pohon pun gembira bisa membantunya

Si lelaki pergi dan lama tak menemui pohon yang kerap membantunya. Dan waktu menemukan lelaki dan pohon kembali.
“Aku tak punya apa-apa lagi untuk bisa membantumu, adakah yang bisa membuatmu senang?” pohon berusaha menghibur lelaki
“kau sudah tak punya buah lagi, dan aku juga tak punya rahang yang kuat lagi untuk menggigit buah mu” jawab si lelaki
“Aku sudah tua untuk memiliki dahan dan batang agar bisa kau panjat” pasrah pohon
“aku pun terlalu tua melakukan itu pohonku” jawab lelaki
“aku tak memerlukan apa-apa lagi wahai pohon, aku hanya butuh tempat istirahat kini setelah sekian lama aku meninggalkanmu” sambung si lelaki
“tinggal akarku saja yang tersisa, tapi itu yang bisa membantumu. Marilah berbaring dan isitirahat di akarku ini,akarku sangat kuat. Istirahatlah, dan aku akan menenangkanmu dengan akarku” bantu si pohon

Si lelaki kemudian merebahkan tubuhnya dan beristirahat dengan tenang di akar pohon

Pohon sangat gembira, walau dia tak punya apa-apa tapi dia masih bisa membantunya, dia meneteskan air mata melihatnya tenang di akarnya.

NB: ceritakan kisah diatas ini kepada anak, saudara,cucu dan siapapun yang kita kasihi..

I love you MOM DAD..
muacchhh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.